Rabu, 07 Oktober 2015

sistem pernafasan pada ibu hamil



SISTEM PERNAFASAN
Sistem respirasi ibu mengangkut oksigen ke dan membuang karbondioksida dari janin dan plasenta serta menyediakan energy untuk sel-sel ibu itu sendiri,janin,dan plasenta. Faktor-faktor  yang mempengaruhi perubahan pulmonal meliputi pengaruh hormonal dan perubahan mekanis.Perubahan mekanis meliputi elevasi posisi istirahat diafragma kurang lebih 4cm peningkatan 2cm pada diameter tranversal saat sudut subkostal dan iga-iga bawah melebar,serta lingkar toraks membesar kurang lebih 6cm.Semua perubahan ini disebabkan oleh tekanan atas akibat pembesaaran uterus.
Kebutuhan O2 ibu mengikat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolik dan peningkatan kebutuhan O2 jaringan uterus dan payudara. Peeningkatan kadar estrogen menyebabkan lagamen pada kerangka iga berelaksasi sehingga ekspansi rongga dada meningkat. Karena rahim membesar, panjang paru-paru berkurang. Kerangka iga bagian bawah tampak melebar. Tinggi diafragma bergeser 4cm selama masa kehamilan. Dengan semakin tuanya kehamilan, pernafasan dada menggantikan pernafasan perut dan penurunan diafragma saat inspirasi menjadi semakin sulit.
Vaskularisasi, sebagai respon peningkatan kadar estrogen, membuat kapiler membesar sehingga terbentuklah edema dan hiperemia pada traktus pernafasan atas. Kondisi ini meliputin sumbatan pada hidung dan sinus, epistaksis, perubahan suara, dll. Peningkatan ini juga membuat membran timpani dan tuba eustaki bengkak, nyeri pada telinga, atau rasa penuh di telinga.
1. Fungsi Paru
            Wanita hamil bernafas lebih dalam (meningkatkan volume tidal), tetapi frekuensi nafasnya kira-kira 2 kali bernafas dalam 1menit peningkatan voleme tidal menyebabkan peningkatan volumr nafas 1 menit sekitar 26%. Peningkatan volume nafas 1 menit disebut hiperventilasi kehamilan, yang menyebabkan konsentrasi CO2 di alveoli menurun.
            Peningkatan kadar progesteron menyebabkan hiperventilasi kehamilan. Kesadarn wanita hamil akan kebutuhan nafas meningkat, beberapa ibu mengeluh mengalami dispnea saat istirahat.


2. Laju Metabolisme Basal (BMR)
            BMR biasanya meningkat pada bulan ke 4 gestasi, meningkat 15%-20% pada akhir kehamilan, dan kembali ke nilai sebelum hamil pada hari ke-5 atau ke-6 pascapartum.
            Peningkatan BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan O2 di unit janin-plasenta-uterus serta peningkatan konsumsi O2 akibat wanita mengeluh merasa lemah dan letih, perasaan ini diikuti peningkatan kebutuhan tidur. Perasaan lemah dan letih sebagian besar disebabkan peningkatan aktivitas metabolik.

3. Keseimbangan Asam-Basa
            Sekitar minggu ke 10 gestasi terjadi pe”lan tekanan CO2 sekitar 5 mmHg, progeteron dapat meningkatakan sensitivitas reseptor pusat nafas sehingga volume tidal meningkat, P CO2 menurun, kelebihan basa (HCO3 atau bikarbonat) dan pH meningkat (menjadi lebih basa).

PENYAKIT SALURAN PERNAPASAN
Penyakit saluran pernapasan yang kerap muncul adalah influenza, radang tenggorok, pneumonia, dan tuberkulosis. Penyebabnya dengan makin besarnya kandungan, diafragma atau sekat rongga dada pun kian tertekan ke atas. Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih sempit, sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang tersengal-sengal.Penyebab lain, meningkatnya hormon progesteron.
Peningkatan hormon ini menyebabkan otot-otot pernapasan menjadi kendur. Padahal, untuk bisa menyediakan oksigen dalam jumlah yang sama atau malah lebih selama hamil mau tidak mau otot-otot itu dipacu bekerja lebih cepat.Melemahnya daya tahan tubuh ibu maupun perubahan volume darah dapat membuat ibu hamil lebih mudah terkena infeksi dibanding kondisi saat tidak hamil. Pencegahannya cukup dengan hidup sehat (cukup istirahat, cukup nutrisi, dan cukup bergerak)














Tidak ada komentar:

Posting Komentar