SISTEM PERNAFASAN
Sistem
respirasi ibu mengangkut oksigen ke dan membuang karbondioksida dari janin dan
plasenta serta menyediakan energy untuk sel-sel ibu itu sendiri,janin,dan
plasenta. Faktor-faktor yang
mempengaruhi perubahan pulmonal meliputi pengaruh hormonal dan perubahan
mekanis.Perubahan mekanis meliputi elevasi posisi istirahat diafragma kurang
lebih 4cm peningkatan 2cm pada diameter tranversal saat sudut subkostal dan
iga-iga bawah melebar,serta lingkar toraks membesar kurang lebih 6cm.Semua
perubahan ini disebabkan oleh tekanan atas akibat pembesaaran uterus.
Kebutuhan
O2 ibu mengikat sebagai respon terhadap percepatan laju metabolik dan
peningkatan kebutuhan O2 jaringan uterus dan payudara. Peeningkatan kadar
estrogen menyebabkan lagamen pada kerangka iga berelaksasi sehingga ekspansi
rongga dada meningkat. Karena rahim membesar, panjang paru-paru berkurang.
Kerangka iga bagian bawah tampak melebar. Tinggi diafragma bergeser 4cm selama
masa kehamilan. Dengan semakin tuanya kehamilan, pernafasan dada menggantikan pernafasan
perut dan penurunan diafragma saat inspirasi menjadi semakin sulit.
Vaskularisasi,
sebagai respon peningkatan kadar estrogen, membuat kapiler membesar sehingga
terbentuklah edema dan hiperemia pada traktus pernafasan atas. Kondisi ini
meliputin sumbatan pada hidung dan sinus, epistaksis, perubahan suara, dll.
Peningkatan ini juga membuat membran timpani dan tuba eustaki bengkak, nyeri
pada telinga, atau rasa penuh di telinga.
1. Fungsi Paru
Wanita
hamil bernafas lebih dalam (meningkatkan volume tidal), tetapi frekuensi
nafasnya kira-kira 2 kali bernafas dalam 1menit peningkatan voleme tidal
menyebabkan peningkatan volumr nafas 1 menit sekitar 26%. Peningkatan volume
nafas 1 menit disebut hiperventilasi kehamilan, yang menyebabkan konsentrasi CO2
di alveoli menurun.
Peningkatan
kadar progesteron menyebabkan hiperventilasi kehamilan. Kesadarn wanita hamil
akan kebutuhan nafas meningkat, beberapa ibu mengeluh mengalami dispnea saat
istirahat.
2. Laju Metabolisme Basal (BMR)
BMR
biasanya meningkat pada bulan ke 4 gestasi, meningkat 15%-20% pada akhir
kehamilan, dan kembali ke nilai sebelum hamil pada hari ke-5 atau ke-6
pascapartum.
Peningkatan
BMR mencerminkan peningkatan kebutuhan O2 di unit janin-plasenta-uterus serta
peningkatan konsumsi O2 akibat wanita mengeluh merasa lemah dan letih, perasaan
ini diikuti peningkatan kebutuhan tidur. Perasaan lemah dan letih sebagian
besar disebabkan peningkatan aktivitas metabolik.
3. Keseimbangan Asam-Basa
Sekitar
minggu ke 10 gestasi terjadi pe”lan tekanan CO2 sekitar 5 mmHg, progeteron
dapat meningkatakan sensitivitas reseptor pusat nafas sehingga volume tidal
meningkat, P CO2 menurun, kelebihan basa (HCO3 atau bikarbonat) dan pH
meningkat (menjadi lebih basa).
PENYAKIT SALURAN PERNAPASAN
Penyakit saluran
pernapasan yang kerap muncul adalah influenza, radang tenggorok, pneumonia, dan
tuberkulosis. Penyebabnya dengan makin besarnya kandungan, diafragma atau sekat
rongga dada pun kian tertekan ke atas. Akibatnya, ruang paru-paru jadi lebih sempit,
sehingga oksigen yang masuk ke paru-paru makin sedikit pula. Sebagai
kompensasinya, napas pun jadi semakin cepat yang membuat ibu hamil gampang
tersengal-sengal.Penyebab lain, meningkatnya hormon progesteron.
Peningkatan hormon ini menyebabkan
otot-otot pernapasan menjadi kendur. Padahal, untuk bisa menyediakan oksigen
dalam jumlah yang sama atau malah lebih selama hamil mau tidak mau otot-otot
itu dipacu bekerja lebih cepat.Melemahnya daya tahan tubuh ibu maupun perubahan
volume darah dapat membuat ibu hamil lebih mudah terkena infeksi dibanding
kondisi saat tidak hamil. Pencegahannya cukup dengan hidup sehat (cukup
istirahat, cukup nutrisi, dan cukup bergerak)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar